Dalam merencanakan anggaran pendapatan dan belanja rumah sakit diperlukan informasi mengenai besarnya biaya satuan dan setiap unit pelayanan dan kecenderungan jumlah layanan berdasarkan data tahun sebelumnya, sehingga dapat dibuat proyeksi pendapatan dan pembiayaan unit pelayanan. Untuk memperoleh biaya satuan dari jasa yang diberikan oleh rumah sakit, perlu suatu analisa biaya rumah sakit yang sistematis dan syarat utama untuk analisa biaya adalah harus adanya akuntansi biaya yang baik di rumah sakit melalui analisa biaya tersebut, sekiranya dalam suatu periode rumah sakit mengalami defisit, maka pimpinan akan dengan mudah menemuken pusat biaya yang menyebabkan defisit dan mengatasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya satuan untuk menetapkan tarif baku layanan hemodialisis di RSKG Ny.RA.Habibie. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dengan melakukan analisis terhadap biaya satuan serta analisis penetapan tarif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisa biaya yang telah dilaksanakan, maka didapatkan enam macam biaya satuan, yaltu Rp.174.832; , Rp.138.515,-, Rp.204.935,-, Rp.168.619,-, Rp.169.190,- dan Rp.132.874,-. Karena semua alat medik dan sebagian alat non medic RSKG Ny.RA.habibie adalah merupakan hibah dari negeri Belanda, maka yang akan dipakai sebagai standard adalah biaya satuan yang biaya investasinya tidak dihitung semuanya yaitu Rp.168.619,-, Rp.138.515,- dan Rp.132..874; . Aplikasi tentang hubungan antara biaya, jumlah layanan, laba operasional memberikan gambaran kepada RSKG Ny.RA. Habibie mengenai penentuan tarif pelayanan hemodialisis dengan mengingat misi dari rumah sakit tersebut. Setelah dibandingkan dengan tarif yang berlaku saat ini, RSKG Ny.RA. Habibie mengalami defisit, untuk mengurangi defisit tersebut maka perlu dilakukan peningkatan tarif, peningkatan jumlah layanan atau tindakan dan penghematan. Daftar bacaan : 28 (1982 - 1997) -----Analisis Biaya Satuan dan Tarif Baku Layanan Hemodialisis di RSKG Ny RA HAbibie--
04.15 |
Dalam merencanakan anggaran pendapatan dan belanja rumah sakit diperlukan informasi mengenai besarnya biaya satuan dan setiap unit pelayanan dan kecenderungan jumlah layanan berdasarkan data tahun sebelumnya, sehingga dapat dibuat proyeksi pendapatan dan pembiayaan unit pelayanan. Untuk memperoleh biaya satuan dari jasa yang diberikan oleh rumah sakit, perlu suatu analisa biaya rumah sakit yang sistematis dan syarat utama untuk analisa biaya adalah harus adanya akuntansi biaya yang baik di rumah sakit melalui analisa biaya tersebut, sekiranya dalam suatu periode rumah sakit mengalami defisit, maka pimpinan akan dengan mudah menemuken pusat biaya yang menyebabkan defisit dan mengatasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya satuan untuk menetapkan tarif baku layanan hemodialisis di RSKG Ny.RA.Habibie. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dengan melakukan analisis terhadap biaya satuan serta analisis penetapan tarif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisa biaya yang telah dilaksanakan, maka didapatkan enam macam biaya satuan, yaltu Rp.174.832; , Rp.138.515,-, Rp.204.935,-, Rp.168.619,-, Rp.169.190,- dan Rp.132.874,-. Karena semua alat medik dan sebagian alat non medic RSKG Ny.RA.habibie adalah merupakan hibah dari negeri Belanda, maka yang akan dipakai sebagai standard adalah biaya satuan yang biaya investasinya tidak dihitung semuanya yaitu Rp.168.619,-, Rp.138.515,- dan Rp.132..874; . Aplikasi tentang hubungan antara biaya, jumlah layanan, laba operasional memberikan gambaran kepada RSKG Ny.RA. Habibie mengenai penentuan tarif pelayanan hemodialisis dengan mengingat misi dari rumah sakit tersebut. Setelah dibandingkan dengan tarif yang berlaku saat ini, RSKG Ny.RA. Habibie mengalami defisit, untuk mengurangi defisit tersebut maka perlu dilakukan peningkatan tarif, peningkatan jumlah layanan atau tindakan dan penghematan. Daftar bacaan : 28 (1982 - 1997) ---
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar